Hukum Infaq Online dalam Islam

Semakin berkemabngany teknologi, membuat setiap sendir kehidupan manusia dapat ditangani dengan teknologi. Teknologi merupakan suatu ajang yang dapat digunakan untuk mempermudah kegiatan dan pekerjaan manusia. Bukan hanya itu, bahkan saat ini telah terdapat banyak platform yang menyediakan infaq secara online. Namun, salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah hukum infaq online dalam Islam.

Hukum Infaq Online dalam Islam


Infaq sendiri merupakan berbagi namun berbeda dengan zakat yang memiliki unsur kewajiban. Bahkan terkait dengan infaq dan zakat ini, banyak sekali orang yang masih bingung. Tidak jarang orang yang menyamakan keduanya. Padahal kedua hal tersebut sangat berbeda. Mulai dari sgei waktu, aturan, banyak harta dan masih banyak lagi.

Infaq memiliki suatu asal kata yaitu anfaqa yunfiqu. Kata tersebut memiliki arti berupa membelanjakan. Bahkan termasuk dalam membiayai. Tentunya semua harus sesuai dengan perintah Allah. Sedangkan jika beracuan dalam pengertian lain, infaq merupakan suatu sumbangan yang digunakan dalam bisang kebaikan. Berikut ini merupakan beberapa hal berkaitan dengan infaq yang Anda harus ketahui.

Definisi Infaq

Infaq juga bisa disebut dengan berbagi. Infaq sendiri merupakan suatu cara yang dilakukan dalam proses pengeluaran harta. Bisa harta yang bersumber dari penghasilan dan sebagainya. Mengeluarkan harta dengan syarat dan ketentuan yang diperintahkan oleh Allah. Sehingga jika infaq dikeluarkan untuk keperluan tidak baik, maka bisa memiliki hukum yang haram.

Banyak yang masih bingung terkait dengan infaq dan zakat. Infaq tentu saja tidak sama dengan zakat. Jika zakat dalam pengeluarannya memiliki aturan tertentu yang wajib dipenuhi. Mulai dari nisab, jumlah harta dan sebagainya. Sedangkan infaq tidak memiliki jumlah atau batasan harta yang boleh dikeluarkan.

Kemudian jika dilihat dari segi penerima harta. Jika zakat, maka sang penerima atau mustahik harus merupakan salah satu dari 8 golongan yang telah ditetapkan. Sedangkan infaq bisa diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Namun, harus memiliki tujuan yang baik dan sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Allah Swt.

Apabila seseorang mengeluarkan infaq, maka harus memiliki tujuan yang baik. Karena jika bertujuan untuk sekedar pamer dan sebagainya, maka sudah pasti infaq tersebut tidak akan sah. Kemudian yang harus diperhatikan adalah harta yang dikeluarkan untuk di infaq harus merupakan harta yang baik atau halal.

Manfaat yang Diperoleh Orang dalam Mengeluarkan Infaq

Dalam agama Islam, setiap orang diperintahkan untuk selalu tolong menolong. Baik dalam memenuhi kehidupan, menghadapi kesulitan dan masih banyak lagi. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menolong atau berbagai dengan sesama adalah melalui jalan infaq.

Orang yang telah bersedia membagi sebagain hartanya maka tidak akan merasa merugi. Meskipun pada kenyataan hartanya berkurang, namun dia akan mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Berikut ini beberapa manfaat yang akan didapatkan oleh seseorang yang telah bersedia mengeluarkan infaq.

1.     Harta yang dikeluarkan akan diganti berlipat

Dalam aturannya, setiap harta yang dikeluarkan pasti akan berkurang. Namun, akan berbeda jika Anda melakukan infaq dalam kebaikan. Pasalnya, bukannya berkurang, harta malah akan semakin bertambah. Misalnya mendapatkan rezeki yang tidak terduga, mendapat lebih banyak keberkahan dan masih banyak hal lagi.

2.     Memberikan naungan pada hari kiamat

Salah satu bentuk bekal atau persiapan yang bisa dilakukan seseorang untuk mengunjungi hari akhir adalah dengan ber infaq. Memberikan sebagian harta pada orang yang membutuhkan, tentu saja akan meringankan beban dari orang tersebut. Berbagai harta untuk dipergunakan berjuang di jalan Allah.

Sebenarnya banyak sekali yang bisa diperoleh dari melakukan infaq. Bagi orang tua, hendaknya melakukan infaq dan mengajarkan anak untuk berinfaw sejak dini. Karena dengan demikian, sang anak akan terbiasa berbagi hingga dia menjadi dewasa.

Jenis-jenis Infaq

Infaq juga memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis ini dilihat berdasarkan hukum pengeluarannya. Jadi, sebelum Anda mengeluarkan infaq, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dari infaq berdasarkan hukumnya.

1.     Jenis infaq yang memiliki hukum mubah

Mubah dalam hal ini merupakan boleh. Dimana jika Anda mengelaurakan infaq untuk kebutuhan tersebut atau tidak mengeluarkan, maka hukumnya diperbolehkan. Contoh dari infaq yang memiliki hukum mubah adalah infaq untuk berdagang dan juga bercocok tanam. Jadi, Anda boleeh menyumbang atau memberikan donasi. Tetapi apabila tidak juga tidak mengapa.

2.     Jenis infaq yang memiliki hukum wajib

Infaq juga bisa menjadi wajib dalam berbagai hal dan kondisi. Sehingga apabila Anda tidak mengeluarkan infaq maka akan dihukumi berdosa. Contoh dari infaq yang wajib adalah pemberian suatu mahar dalam pernikahan, menafkahi istri dan masih banyak lagi. Jika kewajiban tersebut tidak ditunaikan, maka sudah pasti Anda akan berdosa.

3.     Jenis infaq yang memiliki hukum haram

Memberikan sumbangan atau donasi memang merupakan hal yang baik. Namun, jika pemberian tersebut bertujuan tidak baik atau disalah gunakan, maka sudah pasti hukumnya menjadi haram. Sehingga orang yang mengeluarkan infaq akan mendapatkan dosa. Contoh infaq yang menjadi haram untuk dikeluarkan adalah memberi biaya atau donasi pada orang kafir untuk meruntuhkan agama Islam, infaq yang diberikan namun tidak memiliki niatan karena Allah Swt.

4.     Jenis Infaq yang memiliki hukum sunnah

Hukum infaq akan menjadi sunnah apabila dikeluarkan untuk tujuan bershodaqoh. Contohnya adalah orang yang mengeluarkan infaq untuk jihad di jalan Allah, membantu orang lain dan masih banyak lagi.

Hukum Mengeluarkan Infaq dengan Sistem Online

Setiap orang pastinya telah mengetahi, bahwa teknologi telah berkuasa dalam kehidupan. Adanya teknologi yang dikembangkan tentunya juga memiliki manfaat yang baik untuk kehidupan manusia. Tidak perlu lagi kerepotan dan sebagainya, karena setiap pekerjaan dapat dilakukaan dengan berbekal teknologi.

Bahkan, saat ini para pengembang telah mengeluarkan suatu platform yang bisa digunakan untuk membayar infaq secara online. Tentunya hal itu tidak terlepas dari pro dan kontra pada awalnya. Banyak yang bingung terkait dengan pembahasan dan hukum infaq online dalam Islam.

Hukum infaq online dalam Islam adalah sah dan diperbolehkan. Hal tersebut dikarenakan mengeluarkan infaq secara online tiidak menyalahi atau melanggar peraturan yang berlaku.

Bahkan, dengan mengeluarkan infaq secara online, maka akan mempermudah setiap orang untuk membantu orang lain. Biasanya orang terlampau sibuk dan lupa, maka dengan adanya aplikasi online yang memiliki sistem lebih mudah, maka setiap orang tidak memerlukan waktu yang lama untuk memabntu sesama.

Setelah mengetahui hukum infaq online dalam Islam, tentunya Anda tidak perlu lagi merasa ragu atau kesulitan dalam berbagi. Karena cukup menggunakan tombol smartphone, Anda bisa memulai untuk meringankan beban hidup orang lain. Maka dari itu, setiap perubahan yang membawa kebaikan seperti teknologi seharusnya didukung untuk kemajuannya. Infaq yang dikeluarkan secara online tidak akan mengurangi jumlah besaran pahala yang diiterima.

0 comments