Hukum Zakat Online

Pada Quran surat at-taubah ayat 103 menyuruh umat muslim untuk mengambil zakat dari sebagian harta mereka yang mana dengan zakat tersebut akan membersihkan beserta mensucikan harta dari umat muslim. Pada saat kita membaca arti dari ayat tersebut, tentunya kita langsung mengetahui bagaimana hukum dari dikeluarkannya zakat terlebih lagi bagi orang-orang yang mampu.

Hukum Zakat Online

Entah itu dimulai dari zakat maal bahkan sampai zakat fitrah harus dipenuhi dengan baik dan benar
Tentu Anda kerap kali melihat bagaimana proses dari pembayaran zakat bukan? Dimana akan ada beberapa doa yang harus diucapkan seperti halnya doa dalam tanda terima Zakat tersebut. Kemudian, apakah zakat boleh menggunakan doa tersebut?. Kemudian bagaimana hukum dari zakat online yang pembayarannya lewat dunia maya tanpa perlu bertemu dengan amilnya? Untuk itu berikut ini adalah penjelasannya:

Ijab Qobul Dalam Zakat

Untuk beberapa orang yang tidak paham mengenai ijab qobul dalam zakat tentu mengira jika jeruk tersebut adalah hal yang wajib.  Namun perlu Anda ketahui, jika pada dasarnya ijab kabul sendiri tidak menjadi salah satu rukun zakat. Selain itu ijab kabul pun juga tidak tergolong menjadi syarat sah dari zakat. Yang sebetulnya ibadah zakat memang sangat berbeda dibandingkan dengan akad jual beli, wakaf, gadai, hutang piutang dan lain sebagainya.

Terdapat unsur yang paling penting dalam zakat ialah Pemberi zakat, penerima zakat tersebut dan yang ketiga adalah harta yang diberikan sebagai zakat. mengenai seorang pemberi zakat atau Muzakki wajibkan orang yang sudah mempunyai harta mencapai nisab atau pun telah memenuhi kriteria wajib berzakat. Sedangkan untuk harta zakat harta yang memang diperbolehkan menjadi zakat. Sedangkan untuk penerima zakat juga harus orang yang benar-benar berhak mendapatkan zakat tersebut.

Unsur Penting Dalam Zakat

Dalam zakat terdapat unsur penting meskipun bukan sebuah keharusan di mana harus terdapat pernyataan zakat beserta doa menerima zakat. Hal ini pun sudah ada pada Fiqhu zakat, milik syekh Yusuf Al qardhawi yang menyatakan jika seorang pemberi zakat memang tidak perlu menyatakan secara eksplisit kepada mustahik jika dana yang sudah ia berikan merupakan zakat.
Itulah mengapa jika seorang pemberi zakat tersebut tidak menyatakan kepada penerima zakat jika uang yang sudah ia serahkan merupakan zakat maka tetap sah zakat tersebut. Dengan demikian orang juga dapat memberikan zakat secara online yang diserahkan kepada lembaga amil zakat adapun demikian infaq online bisa memudahkan kita beramal dengan menggunakan media digital.

Namun, ideal dalam perihal pembayaran zakat harus juga dilakukan konfirmasi yang dilakukan oleh lembaga badan Amil. DanDan konfirmasi tersebut nantinya menjadi salah satu bentuk pernyataan dari zakat. Selain itu, Anda juga harus melakukan konfirmasi pada badan Amil ketika telah menyalurkan zakat ke rekening badan Amil sehingga penyaluran dana zakat pun terealisasi.

Zakat Online Harus Sesuai Sasaran

Zakat yang dilakukan di wajibkan tepat sasaran, hal ini pun sudah tertera pada surat attaubah ayat 60 menjelaskan jika terdapat 8 orang yang berhak untuk menerima zakat. Di antaranya ialah fakir, miskin, riqob, amil, mualaf, ghorim, Ibnu Sabil dan juga fisabilillah. Sedangkan di negara Indonesia, untuk bisa menemukan 8 golongan orang yang seperti ini tentu tidak hanya pada satu arah saja namun juga berasal dari barat pulau Sumatera hingga timur Papua.

Dan jika kita dapat membantu mereka yang ada di dekat kita lalu bagaimana dengan saudara-saudara kita yang berada di timur dan juga barat sana? Nah, itulah pentingnya kita memilih platform yang benar-benar menyalurkan zakat secara tepat sasaran. Akan lebih baik jika Anda memilih badan amil yang telah lama berkiprah di negara Indonesia dalam bidang apa saja seperti pendidikan, kesehatan, bidang ekonomi dan juga bidang pengembangan sosial.

Nah, dari keempat tersebut tentunya memiliki tujuan untuk bisa membagikan zakat pada ke-8 penerima yang memiliki hak yang jauh lebih besar. Sehingga Zakat yang dikeluarkan pun tidak akan sia-sia.

Itulah sekilas info yang boleh diberikan kepada Anda mengenai hukum dari zakat online. Karena sangat memudahkan tidak heran jika banyak platfom yang bermunculan. Untuk itu, dengan adanya informasi di atas bisa memberikan wawasan untuk Anda semua.

0 comments