Pentingnya Membaca Buku Sejarah Bangsa

Mata pelajaran sejarah dikatakan sebagai mata pelajaran yang susah oleh banyak pelajar saat ini. Hal ini karena mereka kurang mengetahui pentingnya mempelajari sejarah terutama sejarah bangsa kita sendiri. Buku sejarah yang banyak mengupas tentang kejadian di masa lalu kurang menarik minat mereka yang saat ini lebih tertuju ke trend gadget terbaru. Padahal sebagai masyarakat bangsa, mengetahui asal usul bangsa, kisah-kisah di balik sebuah peristiwa penting, dan tokoh-tokoh yang berperan dalam berbagai kejadian di dalam negeri adalah sebuah pengetahuan yang dapat membantu membentuk karakter pribadi mereka.

buku sejarah


Mempelajari sejarah berarti mempelajari masa lalu, atau mempelajari pengalaman orang lain. Hal ini sebetulnya membawa banyak manfaat bagi kita. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengerti asal usul terciptanya suatu pemikiran, rumusan, kota, negara, perundingan-perundingan penting yang mengubah dunia, bahkan sejarah keluarga yang mungkin menjadikan diri kita sendiri. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, kita diharap tidak melakukan kesalahan yang sama sehingga mengakibatkan kerugian atau keburukan bagi diri sendiri maupun kelompok yang lebih besar.

Belajar sejarah bangsa juga dapat menimbulkan rasa patriotisme dan kenegaraan di kalangan masyarakat. Rasa kenegaraan dan patriotisme sangat penting untuk menumbuhkan mental berbangsa yang baik. Tindakan anarkis, teror, korupsi, dan kejahatan lain yang melanda negeri ini sedikit banyak disebabkan karena sudah sangat berkurangnya rasa patriotisme dalam diri setiap warga negara. Bahkan banyak aparatur negara yang dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi merugikan negara maupun rakyat. Mereka tidak memikirkan mengenai kesulitan orang lain walaupun orang lain tersebut adalah masyarakat sebangsa dengan mereka.

Buku sejarah saat inipun tak lebih dari sekedar buku yang harus dihafal tanggal-tanggal dan peristiwanya tanpa memaknai cerita di balik tanggal tersebut. Hari-hari peringatan kemerdekaan, kepahlawanan sudah disambut dengan hambar tanpa semangat nasionalisme. Masyarakat menganggap hari-hari tersebut tak lebih dari hari libur untuk beristirahat di rumah ataupun bertamasya bersama keluarga. Acara menjelang kemerdekaan yang dulu sangat dinanti, kini hanya dipandang sebagai kegiatan menguras waktu sehingga banyak yang menghindarinya terutama kalangan remaja. Hanya anak-anak yang masih antusias untuk mengikuti perlombaan yang sudah menjadi tradisi kemerdekaan.

Pemerintah pusat maupun daerah harus bertindak untuk menanggulangi kemerosotan rasa patriotisme bernegara ini. Semua lapisan masyarakat baik di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah dapat memberikan kontribusi, diantaranya:

  • Membentuk kelompok-kelompok remaja seperti karang taruna untuk membangun semangat kebersamaan.
  • Memperingati hari kepahlawanan bukan hanya dengan upacara namun dengan kegiatan yang lebih berguna bagi sesama warga negara misalnya bakti sosial.
  • Merangkul masyarakat minoritas untuk memberi rasa dapat diterima di lingkungannya.
  • Mengadakan pertukaran pelajar, pengiriman tenaga ahli kesehatan guru dll ke pelosok negeri agar tercipta kesetaraan pembangunan dan pendidikan.
  • Menanamkan rasa kenegaraan sejak usia anak-anak.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri dari ratusan suku bangsa. Hal ini memberikan kelebihan serta kelemahan dalam sebuah negara. Rasa patriotisme dan rasa saling memiliki yang tinggi dibutuhkan agar negara ini dapat menjadi negara besar dalam arti yang sesungguhnya. Jangan sampai isu-isu SARA dapat memecah belah semangat kesatuan. Hal inilah yang menjadi tujuan dalam mempelajari bacaan sejarah yang sudah dimasukkan dalam kurikulum sekolah menengah sampai atas. Buku sejarah sudah sepatutnya menjadi buku referensi pada tiap kasus yang ditemukan, bukan hanya menjadi buku pengisi almari yang tidak disukai.

0 comments